Jumat, 11 September 2009

Air

Untuk pertama kali dalam hidup, saya begitu bersyukur atas mancurnya air dari sebuah keran di rumah.  Ya, saya begitu menantikannya sama halnya ketika menanti hasil ujian, harap-harap cemas. Saya menantikan kehadirannya setiap pagi, sore, malam, bahkan dini hari. Ini bukanlah dongeng. Dalam persepsi saya, kejadian seperti ini sungguh menyedihkan sekaligus memalukan, jika mengingat bahwa negara kita 75% terdiri dari air, tapi sebagaian besar wilayah Indonesia belum merdeka dari kebebasan dalam memperoleh air. 

Air -bersama dengan Udara- adalah benda tidak berharga, memperolehnya tidak dengan perjuangan keras dan memliki nilai ekonomis yang rendah. Itu yang saya pelajari ketika di bangku sekolah. Apa yang menjadi fakta kemudian adalah bahwa untuk mendapat se-jeriken air, Anda harus menggunakan mesin pompa, atau harus membelinya seharga Rp. 2.000,- per jeriken. Menyedihkan memang, dan parahnya lagi ini terjadi di banyak wilayah Indonesia. Yang saya alami, 'krisis air' seperti ini pernah terjadi di Kalimantan Timur (Bontang, Balikpapan) dan Kalimantan Barat (Pontianak, Ketapang). Pernah saya baca, di daerah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua juga terjadi hal yang sama. Kemudian saya berpikir, apakah air tanah yang sudah habis akibat sistem ptata wilayah yang kurang benar, perubahan iklim akibat global warming sehingga musim hujan tiba lebih lama, atau memang kandungan air tanah yang berbeda-beda di tiap wilayah? 

Jangan tanya bagaimana jadinya jika harus menggunakan air tanah (yang disedot dengan mesin pompa) untuk berbagai hal, misalnya mencuci, mandi atau wudlu. Baju menjadi bau, badan gatal-gatal dan segalanya menjadi lebih runyam karena tidak setiap hari air mengalir. Memakai air jenis ini seperti menelan pil pahit. Digunakan tidak memberi manfaat, jika tidak digunakan bagaimana kami mencuci, mandi, atau sekadar menyiram air kencing?

Seringkali, ketika nunggu air ngalir atau ember penuh, saya dan istri sering membandingkan dengan kondisi di kampung halaman kami, suatu desa di Jombang, jawa Timur. Di desa kami, bahkan air mengalir sepanjang tahun. Kami sering menggunakan air bukan untuk tujuan 'wajib', misalnya mandi atau mencuci, tetapi untuk nyiram tanaman atau halaman. Ketika kondisi serupa dibayangkan terjadi disini, kami pun menjadi menyalahkan diri sendiri, dan menyayangkan bahwa kami selama ini tidak bersyukur atas hal 'kecil dan sepele' sepele seperti halnya air. 

Di malam-malam yang sunyi dan sepi, kami pun berdendang :

Tuhan, turunkanlah air malam ini

sebanyak yang engkau mau

jika airMu tidak mengalir,

lalu dimanakah jiwa kami akan berenang?

Selasa, 01 September 2009

Milan - Internazionale 0-4, kemenangan penting

Ditengah kegalauan akibat hanya mampu bermain seri 1-1 dengan Bari di kandanga sendiri, di giornata kedua, inter menghancurkan rival sekota, Milan dengan skor fantastis 4-0.  Gol-gol inter dicetak oleh Thiago Motta, Douglas Maicon,  penalti Diego Milito dan terakhir oleh tendangan jarak jauh Dejan Stankovic. Secara umum, penampilan inter malam itu solid, hanya sedikit grogi terutama di lini belakang mengadapi ancaman Alexandre Pato yang malam itu sering memperdayai koleganya di timnas Brasil, Lucio. Penilaian yang fair adalah bahwa milan tampil pincang karena sang motor di lini tengah, Gennaro Gattuso di kartu merah (dua kartu kuning), sehingga milan lebih banyak bertahan. 

Kemenangan ini penting untuk meningkatkan kadar percaya diri karena minggu sebelumnya ditahan Bari, tim promosi. Tapi sepertinya inter kadang bermain terlalu pede sehingga terkesan menyepelekan lawan. Jadi, keseimpulan dari partai derby della madoninna adalah bukan inter yang tampil hebat, tapi milan lah yang tampil buruk. Sisi positif dari gim ini adalah penampilan eksepsional dari Diego Milito, dimana ia mencetak 1 gol lewat eksekusi penalti, dan 2 assist untuk Motta dan Maicon.

Well done, lads!

Internazionale submit player for UEFA Champions League

MILAN - FC Internazionale has submitted to UEFA its list of players for the group stage of the 2009/10 UEFA Champions League.

A list
Goalkeepers
1 Francesco Toldo
12 Julio Cesar
21 Paolo Orlandoni

Defenders
2 Ivan Ramiro Cordoba
4 Javier Zanetti
6 Lucio
13 Maicon
23 Marco Materazzi
25 Walter Samuel
26 Cristian Chivu
39 Davide Santon

Midfielders
5 Dejan Stankovic
7 Ricardo Quaresma
8 Thiago Motta
10 Wesley Sneijder
11 Sulley Muntari
14 Patrick Vieira
19 Esteban Cambiasso
20 Joel Chukwuma Obi
30 Amantino Mancini
52 Antonio Esposito

Strikers
9 Samuel Eto'o
18 David Suazo
22 Diego Milito
45 Mario Balotelli

B list
51 Vid Belec (goakeeper)
15 René Krhin (midfielder)
46 Luca Caldirola (midfielder)
49 Mattia Destro (striker)
53 Luca Tremolada (midfielder)

Rabu, 19 Agustus 2009

Football Manager 2009

Football Manager adalah gim PC yang bertema sepakbola paling populer di kalangan gamer manajer virtual. Kepopuleran gim ini mengalahkan gim bertema serupa, Championsip Manager (CM) meski CM telah lebih dulu lahir. FM memberikan keasyikan tersendiri dibanding CM, terutama karena keakuratan data, baik current ability maupun prospek masa depan (didukung oleh lebih dari 4000 scouts/pemandu bakat), gameplay yang bagus dan tingkat kesulitan yang lebih tinggi daripada CM.

Bahkan, data yang dikumpulkan oleh para scouts tersebut digunakan juga oleh klub-klub besar Eropa, semacam Everton (Inggris) dan Aberdeen (Skotlandia), baik untuk memantau pemain muda maupun calon lawan di Eropa. Itu karena banyak pemain muda yang diramal oleh scouts FM bakal menjadi pemain bagus yang terbukti dikemudian hari. Sebagai contoh, Freddy Adu (Amerika Serikat/Benfica), Andres Guardado(Meksiko/Deportivo la Coruna), Carlos Vela (Meksiko/Arsenal) atau Nikola Kalinic (Hajduk Split/Serbia Montenegro).

Bila ada kelebihan, tentu ada kekurangan, meski itu bisa tidak tampak sama sekali. Contohnya, tidak adanya klausul apapun ketika seorang staf di dekati oleh klub lain, yang ada hanya kompensasi, itupun kecil sekali untuk ukuran seorang staf yang memiliki reputasi nasional, bahkan internasional.  

Selasa, 18 Agustus 2009

Kamis, 13 Agustus 2009

Mengapa harus berubah?

Suatu ketika, sayabertemu dengan teman-teman sewaktu smu. Padahal kami baru lulus 3 tahun yang lalu. Tapi itu tidak mengurangi antusiasme kami untuk saling bercerita. Ada yang masih kuliah, ada yang sudah berkeluarga, ada yang sudah bekerja. Ada kisah sedih, juga ada yang menyenangkan. Sekilas, tampak tak ada yang berbeda dengan kami semua, hanya sedikit canggung karena lama tidak bertemu, terutama untuk mereka yang keluar kota.

Uniknya,  ada yang berubah dari cara kami menampilkan diri. Ada yang memakai henpon terbaru dengan kamera, jepret sana-jepret sini, telpon sana-telpon sini, ada yang secara visual mirip artis sinetron, rambut spikey, baunya wangi sekali sampai saya tidak bisa membedakan mana yang bau parfum mana yang minyak kenyonyong. Ada yang menggendong anak, dan ketika disapa menjawab dengan antusias 'biasa bro, akibat pergaulan bebas...'. Ada juga yang stagnan, status quo, ingin atau lebih tepatnya keadaan yang membuat mereka seperti itu- tetap seperti dulu. Mereka adalah orang-orang yang bekerja seusai lulus sekolah. Kisah dibaliknya membuat saya terenyuh, tersentuh lalu bersimpati dengan mengucapkan sedikit hiburan, ' kamu hebat, sekarang sudah bekerja, saya saja masih bingung mau ngapain'...

Perubahan

Tidak bisa disangkal, seiring bertambahnya usia dan berjalannya waktu, perubahan selalu menyertai. Hanya saja, jika perubahan itu menjadikan dirinya bukanlah 'dirinya', perubahan itu menjadi sesuatu yang absurd. Banyak orang ingin seperti orang lain, meniru gaya orang lain dan ingin kehidupannya seperti orang lain. Padahal, menurut saya yang orang bodoh ini, (berusaha) menjadi orang lain itu berarti berbohong. Ya berbohong kepada diri sendiri, kepada orang lain, dan yang lebih parah, berbohong kepada Tuhan. Ah, siapa yang tahu?

Setiap orang pasti ingin berubah, tentunya menjadi lebih baik. Anehnya, ada yang senang meski perubahannya ke arah keburukan. Ada yang kaya karena mencuri, bangga. Ada yang bisa memperistri wanita cantik karena hartanya, bangga. Ada yang bisa mendapatkan pekerjaan imipiannya karena orangtuanya, bangga. Secara tidak sadar -mungkin ngelindur- mereka telah menghabisi tujuan hidupnya, esensi dasar dari pertanyaan apakah yang kita tuju dalam hidup? apakah hanya berubah mengikuti tren? saya tidak ingin membayangkan jika semua orang ingin berubah menjadi artis sinetron yang kulitnya mulus bak batu pualam. Atau ingin menjadi musisi dengan menjiplak lagu oarng lain dan manggung dengan lip-sync? Ah, siapa yang peduli...

Seketika saya jadi kangen dengan Bapak saya. Beliau orang yang membumi. Kalaupun harus sombong, itu karena ada orang yang sombong sedang sombong di depan beliau. Sudah sombong, salah pula. Saya juga kangen dengan teman-teman yang berusaha menutupi kesuksesannya, bukan karena ingin ditiru, tetapi karena semata-mata agar kekayaannya tidak membuatnya tinggi hati dan (merasa) lebih hebat dari orang lain.

Ah, siapa yang peduli? 

Jumat, 07 Agustus 2009

Malam itu (untuk istriku)

diam-diam aku melukis dirimu, ketika di sepertiga malam engkau terlelap dalam tidurmu. kupandangi wajahmu, kupahami tubuhmu dan kubuka seluruh hijab hatimu, hingga aku menemukan sesuatu didalamnya : sebutir cinta

dan aku pun tersenyum

Kotak mimpi

telah aku kubur sekotak penuh mimpi, tepat lima tahun yang lalu, saat bulan setengah telanjang dan tertidur di sampingku, di ranjang yang bertaburan janji. ia mengikatku!

(tapi) mereka kini mati muda

kita tak perlu bersedih, sebab angin selalu tahu kemana akan membawa kita. meski daun-daun telah berguguran, di bangku taman itu aku pernah menunggumu

lima tahun kemudian

kau kembali dari surga dan turun ke dunia dengan sayap penuh warna. Kubaca lagi kotak mimpiku, hilang sudah kata-katanya diterbangkan angin

hanya satu kalimat yang tersisa

: aku ingin bahagia 

Bom waktu

jumat pagi.

bunyi jam berdentang-dentang dikepalaku, seribu kali laksana kunang-kunang yang berbisik lirih. dalam malam yang teramat sunyi, kesedihan pun dilahirkan.

bom itu meledak lagi.

di dalam hatiku

Selasa, 04 Agustus 2009

Java Rockin'land dan Musik Indonesia

Syukurlah ada even sebesar Java Rokin'land yang mengusung band-band alternativ/metal papan atas tanah air plus band undangan dari luar negeri. Ini dia daftar pengisi acara yang akan diselenggarakan pada 7, 8 dan 9 Agustus di Jakarta itu :

THIRD EYE BLINDENDANK SOEKAMTI MOTHERJANE (INDIA) PURGATORY VERTICAL HORIZON MEW JOUJOUKA TIME BOMB BLUES NAIF ROXX DVD BOY KRAYOLA SORE SAJAMA CUT BANGKUTAMAN PAPERGANGSTER THE ADAMS KOIL DEAD SQUAD BITE THE FLOWERS J ROCKS NAVICULA KUNCI ANDRA & THE BACKBONE SUPERGLAD DENIAL KOMUNAL /RIF SECONDHAND SERENADE MELEE MR. BIG RENAISSANCE BLVD BAGGA BOWNZ

even ini menunjukkan bahwa band dengan musik lintas genre bisa sepanggung, dari old school punk, alternatif, hardcore hingga metal...

sayang sekali tidak bisa nonton acara ini...

all hail to the music!!

Senin, 03 Agustus 2009

Italia tidak (akan) kehilangan pamornya :

Seiring dengan pindahnya Kaka (Milan ke Madrid) dan Zlatan Ibrahimovic (Inter ke Barcelona), dunia sepakbola disinyalir akan makin sepi saja, karena kedua pemain tersebut adalah ikon sepakbola italia yang namanya kadung jatuh karena skandal calciopoli. Hal itu wajar saja karena daya magis italia kalah pamor dengan La Liga Spanyol, apalagi dibandingkan dengan Premiership Inggris. 

Tetapi, jika klub-klub italia mampu berbicara banyak di Liga Champions dan Europa League (dulu bernama UEFA CUP), saya pikir italia tetap akan bisa menjaga namanya di kancah Eropa. Dalam dua tahun terakhir, Liga Champions dikuasai peserta dari liga spanyol dan inggris. Tahun ini harusnya italia bisa menempatkan wakilnya -setidaknya- di semifinal. Dua nama yang saya harapkan ada di sana adalah Juventus dan Internazionale.

Rabu, 22 Juli 2009

Format Wilayah yang paling cocok

Ditengah carut-marutnya Liga Super Indonesia (LSI) sekarang ini yang selalu dibumui aksi kekerasan, kecurangan, jadwal yang tidak teratur, sudah waktunya PSSI dan BLI melakukan revolusi, bukan lagi evolusi. Secara garis besar, ada tiga hal yang mendesak untuk dilakukan, yakni :

1. Re-strukturisasi di tubuh PSSI, baik itu dari segi manajemennya, orang-orangnya, pelatihan untuk wasit, maupun konsep peraturan2 untuk musim depan yang baku. Sebab yang terjadi selama ini PSSI di pimpin oleh napi dan kroni-kroninya yang berbau politis dan cenderung mementingkan kelompok tertentu, bukan atas nama sepakbola nasional. 

2. Format Divisi Utama dan Liga Super sebenarnya sudah bagus, hanya saja untuk tahun depan sebaiknya menggunakan format wilayah, seperti musim 2007/2008 dan sebelumnya, Timur dan Barat. Sebab format satu wilayah seperti sekarang akan menambah biaya perjalanan pada laga kandang. Sebagai contoh, Sriwijaya FC (Palembang) akan jauh terbang jika tandang Ke Persipura Jayapura atau Persiwa Wamena. Dampak lainnya, fisik akan drop karena perjalanan jauh, ditambah lagi jadwal tanding yang seminggu 2 kali. Mungkin perlu diterapkan Liga Regional, misalnya Regional Jawa-Bali, regional Sumatera, Regional Sulawesi+Maluku, dan Regional Papua. Nanti juara dimasing-masing regional (atau plus runner-up nya) akan ditandingkan di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. Aatau tetap menggunakan format dua wilayah juga bagus, asalkan penempatan klubnya merata.

3. Pelarangan penggunaan dana APBD harus dipertegas. Bagaimanapun juga, profesionalisme klub-klub harus dimulai. Selain itu, pembatasan gaji pemain yang selangit juga selakayaknya perlu dicoba, setidaknya untuk menjaga agar klub tetap kompetitif dan menghindari kebangkrutan. Perbaikan insfrastruktur stadion sebenarnya juga mendesak untuk dilakukan, tetapi perbaikan sistem lebih mendesak. 

Lucio ke Inter

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan sudah menyelesaikan pembelian bek Lucio dari Bayern Muenchen. Inter mengikat Lucio dengan kontrak tiga tahun.

"FC Internazionale gembira mengumumkan bahwa Lucimar Ferreira da Silva Lucio telah bergabung dengan klub dalam kesepakatan permanen tiga musim dari klub Jerman Bayern Muenchen," tulis Inter dalam situs resminya.

"Bek asal Brasil, lahir pada 8 Mei 1978 di Brasilia, telah membubuhkan tanda tangan di atas kertas untuk kontrak yang berlaku sampai 30 Juni 2012," lanjut pernyataan tersebut.

Untuk mendapatkan Lucio, Inter mengeluarkan biaya sebesar lima juta poundsterling atau sekitar Rp 82 miliar. Inter menilai pembelian ini lebih baik ketimbang memaksa diri mengejar tanda tangan bek Chelsea, Ricardo Carvalho.

Meski sudah tak lagi muda, Lucio masih memiliki fisik dan keterampilan bagus. Kenyataan itu masih didukung pengalaman dan sejumlah prestasi gemilang.

Lucio ikut andil membawa Brasil menjuarai Piala Dunia (2002) dan Piala Konfederasi (2005 dan 2009). Bersama Bayern, Lucio sukses meraih tiga kali juara Bundesliga (2004/05, 2005/06, 2007/08), tiga Piala Jerman (2004/05, 2005/06, 2007/08), dan dua Piala Liga Jerman (2004 dan 2007). (INT)

Selasa, 21 Juli 2009

Pemimpin yang memahami rakyatnya

Alkisah, Islam pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, pernah terjadi suatu peristiwa yang kemudian merubah pandangan beliau terhadap masyarakatnya. Di suatu malam, seperti biasa, beliau berjalan-jalan ke kota melihat rakyatnya di malam hari dengan kuda dan ajudannya, beliau melihat sebuah kemah di tengah tanah lapang dengan penerangan seadanya. Yang membuatnya kaget adalah tangisan dari anak-anak kecil. Rupanya kemah tersebut dihuni oleh 4 orang, ibu dan ketiga anaknya. Mereka lapar dan menunggu sang memasak makanan. Seketika Khalifah Umar mendekat dan melihat lebih dekat apa yang sedang terjadi. Alangkah terkejutnya ketika didapati bahwa sang ibu ternyata hanya memasak batu.  Ibu tersebut berpura-pura memasak cukup lama agar anak-anaknya tertidur, dengan rasa lapar yang dalam. Kemudian sang ibu bergumam sambil sesenggukan,  'seandainya Amirul Mukminin (Khalifah Umar, maksudnya) mengetahui keadaan kita malam ini, ia pasti tidak akan bermewah-mewah di dalam istananya'. Khalifah Umar menagis mendengarnya, dan kemudian pergi meninggalkan kemah tersebut perlahan-lahan.

Esoknya, beliau menyuruh pegawai istana untuk mengantarkan sekarung gandum, sekantung kurma dan secerek susu. Beliau berpesan agar itu dilakukannya dengan diam-diam. Maksudnya agar pemberian itu tidak membuatnya riya, juga agar tidak membuat rakyat lainnya iri.

-----------------

Seorang pemimpin tidak seharusnya selalu mengumbar perbuatan baiknya kepada rakyatnya, apapun alasannya, karena memang itulah tugas pemimpin, menyejahterakan, memberi perlindungan dan rasa keadilan bagi rakyatnya. Tetapi tidak harus diceritakan dan di ekspos ke media dengan harapan kebaikannya selalu menjadi omongan orang. Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut bahwa menyebut kebaikan itu diperbolehkan dengan tujuan untuk membuat orang lain terpacu dan mengikuti langkahnya berbuat kebaikan, karena saling mengingatkan dalam kebaikan itu adalah tugas sesama muslim.

Nah, di negara kita ini justru pemimpin sering mengklaim kebaikannya dan menafikan peran/jasa orang lain. Elite politik sekarang dihinggapi sindrom one man show.  Penurunan harga BBM diklaim, keamanan di Poso, Ambon dan Aceh di klaim, pemberantasan korupsi di klaim, berkunjung ke pasar wajib diliput, dan lain sebagainya. Saya kemudian ingat dengan sabda baginda Rasulullah, 'bersedekahlah secara diam-diam hingga tangan kirimu tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kananmu..' . Maka, sudah jelas bahwa dibutuhkan pemimpin yang down to earth, membumi, tidak  haus akan publikasi dan tidak gila hormat. Sebab Tuhan Mahatahu atas apa yang diperbuat umatNya...  

The Chemistry merilis album

The Chemistry dengan singelnya, One Chemistry, adalah perpaduan yang apik dari 5 rock star Indonesia (Eno, Ipang, Baron, Kin dan Yuke). Mereka berjalan dalam semangat persatuan dan kebersamaan untuk mengembalikan kejayaan musik Indonesia !!

The Chemistry

Source: www.boldchemistry.com
The Chemistry, super project of five great Indonesian musicians which are Eno, Baron, Kin, Ipang and Yuke

Netral merilis album ke-sepuluh

Netral pada awal bulan Juli, tepatnya tanggal 8 Juli 2009 telah merilis Album Baru yang ke 10, dengan nama albumnya - THE STORY OF ... - Dalam album baru ke 10 Netral ini, memberikan 13 lagu yaitu :

  1. Cipta Karya Jaya Rasa

  2. Hari Yang Indah

  3. Garuda Didadaku (ost. garuda didadaku)

  4. Api

  5. Seluas Samudera

  6. Kecoa Dan Kupu Kupu 

  7. Susu Coklat

  8. Lagu Untuk Teman

  9. Musim Berburu

  10. Tersesat

  11. Liburan

  12. Nuansa

  13. Hari Merdeka

 

# Dengan lagu Netral yang terbaru ini, Netral tetap eksis dalam musik Indonesia. Album baru Netral yang ke 10 ini ( THE STORY OF... ) bisa kalian dapatkan di toko-toko kaset di kota anda sekarang. 

# Khusus untuk lagu GARUDA DIDADAKU Kalian udah bisa memiliki NSP nya. ( Telkomsel ) ketik GARUDA kirim ke 1212  

# Bagi kalian yang mau mengkoleksi Merchandise Netral, Saat ini Netral sudah memiliki BUTIK ONLINE : www.cbus.web.id

(dikutip seluruhnya dari Facebook-nya Netral)

Kamis, 16 Juli 2009

Futsal dalam foto


Turnamen di Lap. Vigor Pontianak


Vs Dispenda di GOR Pangsuma, Pontianak


Jadi Kapten, susah juga...


Selasa, 14 Juli 2009

Pernikahan





Tifosi Ultras


Aremania / Arema Malang (Indonesia)


Ultraslan / Galatasaray (Turki)


Irriducibili / FC Internazionale (Italia)


Borrussia Dortmund (Jerman)

                                               

Minggu, 12 Juli 2009

Mbah Surip beat them all!

Tak gendong, kemana-mana...enak tho, manteb tho...

Ya, mbah Surip, lewat musik dan pribadinya yang sederhana dan apa adanya, adalah fenomena di negeri ini. Siapa sangka musik ber-genre reggae sederhana dan dandanan yang super unik, mampu menghipnotis industri musik yang tengah diinjak-injak musik dan gaya hidup pop yang absurd?

Formula yang diusung Mbah Surip sebenarnya sederhana saja. Beliau menciptakan musik yang easy listening, easy to share, easy to play ditambah lirik sederhana, sama seperti band-band pop yang baru bermunculan, membuat Mbah Surip dan Tak Gendong nya menciptakan sebuah anomali. Ketika band lain menciptakan pencitraan visual lewat dandanan yang rapi, bersih, putih atau gaul, mbah Surip justru sebaliknya. Ketika band-band berlomba-lomba menciptakan lagu dan lirik bertemakan cinta picisan, Tak Gendong justru tidak menampilkan tema se-'biasa' itu.   

Mbah Surip dan Tak Gendong nya juga meraih 'penghargaan' atas jerih payahnya, yakni royalti atas penggunaa ring back tone (RBT) yang mencapai milyaran rupiah. Tentu ini jumlah yang sangat besar untuk seorang Mbah Surip yang menyebut dirinya seniman, bukan artis atau selebritis. Ketika ditanya, kira-kira untuk apa uang royalti sebesar itu, beliau hanya menjawab dengan lugu dan membumi : sebagian disumbangkan untuk anak yatim dan panti asuhan. 

Ya, (musik dan kepribadian) Mbah Surip mengalahkan gaya hidup dan musik ngepop, serba hedonitas lewat industri musik yang cenderung hingar-bingar yang dangkal tanpa memaknai seni itu sendiri.

Yeah, Mbah Surip beat them all!