Tampilkan postingan dengan label Cuma Kata-kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cuma Kata-kata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2009

Malam itu (untuk istriku)

diam-diam aku melukis dirimu, ketika di sepertiga malam engkau terlelap dalam tidurmu. kupandangi wajahmu, kupahami tubuhmu dan kubuka seluruh hijab hatimu, hingga aku menemukan sesuatu didalamnya : sebutir cinta

dan aku pun tersenyum

Kotak mimpi

telah aku kubur sekotak penuh mimpi, tepat lima tahun yang lalu, saat bulan setengah telanjang dan tertidur di sampingku, di ranjang yang bertaburan janji. ia mengikatku!

(tapi) mereka kini mati muda

kita tak perlu bersedih, sebab angin selalu tahu kemana akan membawa kita. meski daun-daun telah berguguran, di bangku taman itu aku pernah menunggumu

lima tahun kemudian

kau kembali dari surga dan turun ke dunia dengan sayap penuh warna. Kubaca lagi kotak mimpiku, hilang sudah kata-katanya diterbangkan angin

hanya satu kalimat yang tersisa

: aku ingin bahagia 

Bom waktu

jumat pagi.

bunyi jam berdentang-dentang dikepalaku, seribu kali laksana kunang-kunang yang berbisik lirih. dalam malam yang teramat sunyi, kesedihan pun dilahirkan.

bom itu meledak lagi.

di dalam hatiku