Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2009

Football Manager 2009

Football Manager adalah gim PC yang bertema sepakbola paling populer di kalangan gamer manajer virtual. Kepopuleran gim ini mengalahkan gim bertema serupa, Championsip Manager (CM) meski CM telah lebih dulu lahir. FM memberikan keasyikan tersendiri dibanding CM, terutama karena keakuratan data, baik current ability maupun prospek masa depan (didukung oleh lebih dari 4000 scouts/pemandu bakat), gameplay yang bagus dan tingkat kesulitan yang lebih tinggi daripada CM.

Bahkan, data yang dikumpulkan oleh para scouts tersebut digunakan juga oleh klub-klub besar Eropa, semacam Everton (Inggris) dan Aberdeen (Skotlandia), baik untuk memantau pemain muda maupun calon lawan di Eropa. Itu karena banyak pemain muda yang diramal oleh scouts FM bakal menjadi pemain bagus yang terbukti dikemudian hari. Sebagai contoh, Freddy Adu (Amerika Serikat/Benfica), Andres Guardado(Meksiko/Deportivo la Coruna), Carlos Vela (Meksiko/Arsenal) atau Nikola Kalinic (Hajduk Split/Serbia Montenegro).

Bila ada kelebihan, tentu ada kekurangan, meski itu bisa tidak tampak sama sekali. Contohnya, tidak adanya klausul apapun ketika seorang staf di dekati oleh klub lain, yang ada hanya kompensasi, itupun kecil sekali untuk ukuran seorang staf yang memiliki reputasi nasional, bahkan internasional.  

Senin, 03 Agustus 2009

Italia tidak (akan) kehilangan pamornya :

Seiring dengan pindahnya Kaka (Milan ke Madrid) dan Zlatan Ibrahimovic (Inter ke Barcelona), dunia sepakbola disinyalir akan makin sepi saja, karena kedua pemain tersebut adalah ikon sepakbola italia yang namanya kadung jatuh karena skandal calciopoli. Hal itu wajar saja karena daya magis italia kalah pamor dengan La Liga Spanyol, apalagi dibandingkan dengan Premiership Inggris. 

Tetapi, jika klub-klub italia mampu berbicara banyak di Liga Champions dan Europa League (dulu bernama UEFA CUP), saya pikir italia tetap akan bisa menjaga namanya di kancah Eropa. Dalam dua tahun terakhir, Liga Champions dikuasai peserta dari liga spanyol dan inggris. Tahun ini harusnya italia bisa menempatkan wakilnya -setidaknya- di semifinal. Dua nama yang saya harapkan ada di sana adalah Juventus dan Internazionale.

Rabu, 22 Juli 2009

Format Wilayah yang paling cocok

Ditengah carut-marutnya Liga Super Indonesia (LSI) sekarang ini yang selalu dibumui aksi kekerasan, kecurangan, jadwal yang tidak teratur, sudah waktunya PSSI dan BLI melakukan revolusi, bukan lagi evolusi. Secara garis besar, ada tiga hal yang mendesak untuk dilakukan, yakni :

1. Re-strukturisasi di tubuh PSSI, baik itu dari segi manajemennya, orang-orangnya, pelatihan untuk wasit, maupun konsep peraturan2 untuk musim depan yang baku. Sebab yang terjadi selama ini PSSI di pimpin oleh napi dan kroni-kroninya yang berbau politis dan cenderung mementingkan kelompok tertentu, bukan atas nama sepakbola nasional. 

2. Format Divisi Utama dan Liga Super sebenarnya sudah bagus, hanya saja untuk tahun depan sebaiknya menggunakan format wilayah, seperti musim 2007/2008 dan sebelumnya, Timur dan Barat. Sebab format satu wilayah seperti sekarang akan menambah biaya perjalanan pada laga kandang. Sebagai contoh, Sriwijaya FC (Palembang) akan jauh terbang jika tandang Ke Persipura Jayapura atau Persiwa Wamena. Dampak lainnya, fisik akan drop karena perjalanan jauh, ditambah lagi jadwal tanding yang seminggu 2 kali. Mungkin perlu diterapkan Liga Regional, misalnya Regional Jawa-Bali, regional Sumatera, Regional Sulawesi+Maluku, dan Regional Papua. Nanti juara dimasing-masing regional (atau plus runner-up nya) akan ditandingkan di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. Aatau tetap menggunakan format dua wilayah juga bagus, asalkan penempatan klubnya merata.

3. Pelarangan penggunaan dana APBD harus dipertegas. Bagaimanapun juga, profesionalisme klub-klub harus dimulai. Selain itu, pembatasan gaji pemain yang selangit juga selakayaknya perlu dicoba, setidaknya untuk menjaga agar klub tetap kompetitif dan menghindari kebangkrutan. Perbaikan insfrastruktur stadion sebenarnya juga mendesak untuk dilakukan, tetapi perbaikan sistem lebih mendesak. 

Kamis, 16 Juli 2009

Futsal dalam foto


Turnamen di Lap. Vigor Pontianak


Vs Dispenda di GOR Pangsuma, Pontianak


Jadi Kapten, susah juga...


Selasa, 14 Juli 2009

Tifosi Ultras


Aremania / Arema Malang (Indonesia)


Ultraslan / Galatasaray (Turki)


Irriducibili / FC Internazionale (Italia)


Borrussia Dortmund (Jerman)

                                               

Senin, 06 Juli 2009

Michael Owen ke Man. United

Liputan6.com, Manchester: Keinginan Michael Owen tetap unjuk kemampuan di strata teratas sepakbola Inggris terwujud. Penuh riang gembira, Owen menyebut kepindahannya ke Manchester United masih jauh dari mimpi terliarnya. Tapi di balik itu muncul klaim bahwa sejatinya ia berhasrat kembali ke Liverpool.

Owen dihadapkan pada pilihan yang luas setelah kontraknya berakhir di Newcastle United per 1 Juli. Meski begitu sejumlah klub berpikir beberapa kali melongok jejak rekam cedera yang akrab menempel di striker berusia 29 tahun tersebut. Salah satu yang ada di benaknya adalah Anfield. News of the World mengklaim bahwa Owen ingin kembali ke klub pertama dalam kariernya itu. 

Sebelum bergabung dengan MU, Owen dikabarkan bersedia menerima gaji pokok 25 ribu pound (Rp 417,5 juta) per pekan. Angka yang jauh dari bayaran di Newcastle, tapi tak mengapa demi bermain lagi di Liverpool. Namun hasrat itu ditepis bos The Reds, Rafa Benitez. Meskipun potongan gajinya lumayan besar, Benitez ogah berjudi. 

Tidak salah lagi, yang dikhawatirkan Benitez yakni kebugaran dari mantan penyerang Real Madrid tersebut walaupun manajemen klub tidak perlu repot-repot merogoh kantong membayar fee transfer. Benitez juga menentang keinginan dari salah satu co-owner klub George Gillett Jr. 

Benitez juga waswas masuknya Owen menyegarkan kebencian publik Anfield. Fans Liverpool kurang berkenan dengan Owen yang pada 2004 hijrah ke Spanyol. Owen dikabarkan sengaja menunda kedatangannya ke Carrington, pusat latihan MU, demi menjaga harapan sdipanggil Liverpool. Tapi pada akhirnya Benitez tidak tertarik. Owen bergabung dengan musuh berat Liverpool dan tercatat sebagai salah satu transfer paling mengejutkan di Inggris dalam beberapa tahun belakangan.

Good luck, Michael!

Real Madrid dan Esensi Sepakbola

Real Madrid telah menghabiskan dana tidak kurang dari 160 juta euro untuk mendatangkan tiga pemain, yakni Kaka (65 juta, dari AC Milan), Cristiano Ronaldo (80 juta, man. United) dan Raul Albiol (15 juta). Minggu ini, dikabarkan Madrid berhasil mendatangkan seorang bintang lagi, yaitu Karim Benzema dari Olympique Lyonnais. Nilainya tidak dibeberkan ke media (undisclosed), tetapi nilai pasar the french wonderkid tidak kurang dari 30 juta euro. Kesan menghambur-hamburkan uang lantas dicap ke tubuh Madrid. Apalagi ditengah krisis global yang mendera sebagaian besar negara Eropa. Lalu dari mana Madrid mendapat uang sebanyak itu? jawabannya adalah dari hutang, lebih tepatnya pinjaman bank. Mungkin ini adalah investasi yang bagus, karena selain David Beckham, Ronaldo dan Kaka adalah instrumen investasi yang paling bagus saat ini. Mereka berdua bisa mendatangkan banyak uang, bisa lewat sponsor, merchandise, hak siar televisi atau pendapatan dari hadiah juara (jika kelak Madrid bisa menjuarai liga lokal atau Eropa).

Madrid adalah salah satu fenomena 'penyakit' yang menggejala di sepakbola belakangan ini, yakni prestasi instan lewat belanja pemain secara gila-gilaan dan cenderung tidak masuk akal. Penyakit lain adalah the blue side of Manchester, Manchester City. Salah satu penyebabnya adalah perubahan kepemilikan oleh orang asing, bisa orang AS, Arab atau Asia. Selain mengurangi nilai kompetisi bagi tim-tim medioker, keberadaan pemain lokal juga menjadi barang langka. Tim-tim berduit jadi lebih rakus dalam membeli pemain bintang, tak perduli apakah pemain tersebut minta digaji 2 miliar per-pekannya. 

Dalam pandangan saya, sepakbola eropa sekarang menuju ke arah pragmatisme dimana hasil akhir adalah tujuan utama. Madrid, Manchester City, Chelsea, Man. United, FC Internazionale, Bayer Muenchen dan Barcelona adalah raksasa-raksasa yang lebih suka berbelanja pemain jadi daripada mengorbitkan pemain binaannya sendiri. Untuk alasan ini, saya lebih simpati kepada Arsenal yang berjuang membuat pemain muda berkiprah di kompetisi level atas, meski hasil 'investasi' tersebut belum memberikan hasil maksimal. 

Saya pikir, belakangan nilai-nilai sepakbola menjadi luntur dengan makin banyaknya entitas bisnis yang menjajah sepakbola. Tidak ada lagi pemain seperti Santiago Munez yang terbang sejauh ribuan kilometer hanya untuk menjalani trial (uji coba) dengan Newcastle United. Tidak ada lagi kebanggaan ketika tim seperti Madrid menjadi juara. Bukankah tim dipenuhi bintang selalu ada tekanan untuk juara? bahkan, mungkin tidak ada lagi kelak tidak ada lagi perasaan memiliki klub dari seorang pemain, karena yang dipikirkan si pemain hanyalah gaji tinggi, pajak rendah, foya-foya, dugem dan bermain wanita. Duh...

 

Selasa, 16 Juni 2009

Pelatih modern = Capres

Dalam dunia sepakbola modern yang cenderung menuntut hasil seperti sekarang, hasil minor yang ditorehkan seorang pelatih yang kemungkinan besar akan di cap sebagai kegagalan oleh pemilik klub atau pendukung. Oleh sebab itu, banyak pelatih atau calon pelatih yang mencoba menawarkan janji-janji a la calon presiden. Jika calon presiden menawarkan turunnya harga sembako, terbukanya lapangan kerja atau berkurangnya utang luar negeri, maka seorang pelatih (terutama pelatih klub-klub besar Eropa) menawarkan target-target tertentu untuk klubnya.

Carlo Ancelotti, misalnya, menyebut dengan berapi-api bahwa ia akan memenangkan Liga Champions untuk bos Chelsea yang memang penasaran dengan title tersebut. Manuel Pellegrini, bos anyar Real Madrid menjanjikan kestabilan di tubuh Los Merengues. Beberapa pelatih juga menjanjikan lolos ke Europa League atau sekadar lolos dari degradasi. Janji-janji tersebut bisa jadi terucap sebagai imbalan kepercayaan yang diberikan kepadanya, tetapi juga bisa berarti agar klub-klub memakai jasanya, terutama jika pelatih tersebut menganggur (seperti Roberto Mancini) atau sedang mencari tantangan lain.

Target dalam dunia sepakbola juga ada di dunia politik, yakni kontrak politik. Bedanya, jika pelatih tidak memenuhi target nya akan di pecat atau legowo mengundurkan diri, sementara politikus akan mengeluarkan seribu satu dalihnya.  

Rabu, 27 Mei 2009

Tuhan mencintai sepakbola indah...


Ya, akhirnya 'keadilan' turun di Stadion Olimpico, Roma, tempat pertandingan antara wakil Spanyol, FC Barcelona dan juara bertahan asal Inggris, Manchester United. Barcelona mengalahkan MU dengan skor 2-0 (1-0) lewat gol Samuel Eto'o (10') dan Leo Messi (73'). Diawal-awal pertandingan, MU langsung menggebrak lewat tendangan bebas C. Ronaldo, tapi masih mampu ditepis kiper Victor Valdes. Menurut saya, ada 3 hal faktor krusial yang bisa dijadikan alasan kenapa Man. United tidak berdaya dihadapan Barcelona.

Pertama, MU tampil dengan formasi 'aneh', yakni 4-3-3 atau bisa bertransformasi menjadi 4-5-1 ketika bertahan. Formasi ini tidak lazim karena biasanya MU mampu menguasai pertandingan dengan formasi 4-4-2 yang seimbang dalam menyerang dan bertahan. Sebenarnya formasi 4-3-3 memberikan hasil baik ketika di semifinal melawan Arsenal. Tetapi, lawan kali ini adalah Barceloa, yang meskipun turun dengan formasi ofensif, 4-3-3, tetapi memiliki penguasaan bola yang prima. Formasi ini menjadikan permainan MU gampang ditebak, sebab Rooney jadi sayap, Ronaldo menjadi striker tunggal dan tidakm memiliki penyeimbang di lini tengah

Kedua, posisi Cristiano Ronaldo yang sejatinya di sayap, ditempatkan sebagai striker tunggal. Alhasil, serangan hanya bertumpu pada Ronaldo seorang. padahal jika formasi 4-4-2 dimainkan, dengan Park Ji-sung atau Ryan Giggs dan Ronaldo di sayap, Paul Scholes sebagai penyeimbang dan duet Rooney dan Berbatov/Tevez, permainan MU tidak akan senaif ini. 

Ketiga, tidak ada penyeimbang di lini tengah. Paul Scholes yang memiliki kemampuan setara Xavi Hernandez, seharusnya dimainkan sejak awal untuk menjadi playmaker di lapangan tengah. Sebab, tanpa Scholes, lapangan tengah MU kalah dalam penguasaan bola.

Afterall, keduanya memang layak berada di final, hanya saja Barcelona mengalami klimaks permainannya sepanjang Liga Champions musim ini, tetapi sebaliknya dengan MU. Akhirnya, yang menguasai permainan, menciptakan banyak peluang dan memainkan sepakbola indah lah yang memenangkan pertandingan dan Barcelona layak untuk juara.

Maka, Tuhan pun mencintai sepakbola indah..

 

Senin, 25 Mei 2009

Simpati untuk Newcstle United dan Middlesbrough

BIRMINGHAM, KOMPAS.com — Newcastle United dan Middlesbrough terdegradasi setelah menyerah dari lawan-lawannya. Hasil ini menolong Sunderland dan Hull City, yang aman di Premier League, meskipun keduanya juga kalah.

Pada partai penentuan di duel terakhir Liga Inggris, Minggu (25/5), "The Magpies" kalah 0-1 dari Aston Villa, sedangkan "The Boro" keok di tangan tuan rumah West Ham United. Hull sebagai tuan rumah harus mengakui keunggulan sang juara Manchester United dengan kekalahan 0-1. Adapun "The Black Cats" sempat memberi perlawanan kepada Chelsea sebelum menyerah 2-3.

Newcastle dan Middlesbrough berada dalam kondisi tidak menguntungkan karena keduanya berada di posisi 18 dan 19. "The Toon" mengemas nilai 34, sedangkan "The Boro" punya 32. "The Tigers" di atas mereka dengan nilai 35, sementara Sunderland mengantongi nilai 36.

Kondisi itu membuat keempat tim mensyaratkan kemenangan di partai terakhir. Di Villa Park, Newcastle mencoba menundukkan "The Villans", yang sudah pasti lolos ke Liga Eropa UEFA musim depan. Setidaknya, selama 20 menit pertama, Newcastle menghujani gawang tuan rumah dengan tembakan-tembakan berbahaya. Sayang, eksekusi Obafemi Martins, Mark Viduka, dan Damief Duff tak berhasil membuahkan gol.

Menit berikutnya, giliran Villa datang menekan. Tim tamu masih bisa menahan dan kiper Steve Harper juga mampu bertugas dengan baik. Sayangnya, kesalahan yang dibuat oleh Duff di menit ke-38 membuyarkan impian mereka. Duff gagal mengantisipasi tembakan jarak jauh Gareth Barry sehingga bola malah masuk ke sudut kanan bawah gawang Harper. Semua upaya dilakukan oleh serdadu asuhan Alan Shearer tersebut, tetapi semua berakhir nihil.

Demikian pula yang dilakukan Hull di hadapan MU. Tuan rumah tak menduga ketika Darren Gibson melepas tendangan spekulasi ke tiang jauh pada menit ke-24. Bola meluncur deras dari jarak 23 meter dan menembus kiri atas gawang Boaz Myhill.

Di kandang West Ham, tuan rumah mendapat perlawanan alot dari "The Boro". "The Hammers" unggul di paruh pertama sejak Carlton Cole mencetak gol di menit ke-33 seusai mendapat crossing dari kiri. Tim tamu sempat menyamakan skor melalui Gary O'Neil pada menit ke-50, tetapi Junior Stanislas menyudahi perlawanan mereka lewat gol yang terjadi delapan menit kemudian.

Sementara itu, di Stadium of Light, tuan rumah Sunderland sempat menyulitkan "The Blues". Setelah main imbang tanpa gol di babak pertama, laga terakhir bagi pelatih Chelsea, Guus Hiddink, itu dibuka oleh oleh Ashley Cole pada menit ke-47.

Sunderland bereaksi cepat dan menyamakan skor lima menit kemudian melalui Kieran Richardson. Sayangnya, "The Blues" kemudian mencetak dua gol melalui Salomon Kalou pada menit ke-74 dan gol kedua Cole, empat menit sebelum bubar. Mati-matian Sunderland mengejar dan membuahkan gol kedua dari Kenwyne Jones di menit-menit akhir. Itulah gol terakhir dalam laga tersebut, tapi kekalahan tak membuat Sunderland terlempar dari Premier League. (SCN)

Kamis, 21 Mei 2009

Barcelona akan mengalahkan Man. United!

Final masih akan dilangsungkan tanggal 27 Mei 2009 di Stadion Olimpico, Roma. Tapi gemanya sudah terasa sejak kedua tim yang hadir di final, Barcelona dan Man. United, melangsungkan semifinal yang dramatis. Barcelona mengalahkan Chelsea, Man. United menundukkan kompatriotnya, Arsenal dengan cukup 'mudah'. 

Banyak orang berpendapat bahwa ini adalah pertarungan antara Leo Messi (Barcelona) dan Cristiano Ronaldo (Man. United). Tapi, saya melihat tahun ini adalah kebangkitan sepakbola ofensif. Barca adalah cermin sepakbola modern yang mengedepankan individu-individu dahsyat lewat permainan yang indah, Di sisi lain, Man. United adalah solid secara tim dan seimbang dalam menyerang maupun bertahan.

Saya memperkirakan, pertarungan akan ditentukan oleh penguasaan bola, dimana Barca akan mengalahkan United, yang bermain hati-hati, seperti ciri khas tim-tim asal Inggris Raya yang suka dengan direct football. Tapi, kemampuan individu pemain Barca akan merobohkan kesombongan United. Percayalah, ofensifitas akan mengalahkan permain sepakbola inggris yang cenderung membosankan. Skor mungkin akan ditentukan lewat perpanjangan waktu atau adu penalti...