Jumat, 07 Agustus 2009

Kotak mimpi

telah aku kubur sekotak penuh mimpi, tepat lima tahun yang lalu, saat bulan setengah telanjang dan tertidur di sampingku, di ranjang yang bertaburan janji. ia mengikatku!

(tapi) mereka kini mati muda

kita tak perlu bersedih, sebab angin selalu tahu kemana akan membawa kita. meski daun-daun telah berguguran, di bangku taman itu aku pernah menunggumu

lima tahun kemudian

kau kembali dari surga dan turun ke dunia dengan sayap penuh warna. Kubaca lagi kotak mimpiku, hilang sudah kata-katanya diterbangkan angin

hanya satu kalimat yang tersisa

: aku ingin bahagia 

Bom waktu

jumat pagi.

bunyi jam berdentang-dentang dikepalaku, seribu kali laksana kunang-kunang yang berbisik lirih. dalam malam yang teramat sunyi, kesedihan pun dilahirkan.

bom itu meledak lagi.

di dalam hatiku

Selasa, 04 Agustus 2009

Java Rockin'land dan Musik Indonesia

Syukurlah ada even sebesar Java Rokin'land yang mengusung band-band alternativ/metal papan atas tanah air plus band undangan dari luar negeri. Ini dia daftar pengisi acara yang akan diselenggarakan pada 7, 8 dan 9 Agustus di Jakarta itu :

THIRD EYE BLINDENDANK SOEKAMTI MOTHERJANE (INDIA) PURGATORY VERTICAL HORIZON MEW JOUJOUKA TIME BOMB BLUES NAIF ROXX DVD BOY KRAYOLA SORE SAJAMA CUT BANGKUTAMAN PAPERGANGSTER THE ADAMS KOIL DEAD SQUAD BITE THE FLOWERS J ROCKS NAVICULA KUNCI ANDRA & THE BACKBONE SUPERGLAD DENIAL KOMUNAL /RIF SECONDHAND SERENADE MELEE MR. BIG RENAISSANCE BLVD BAGGA BOWNZ

even ini menunjukkan bahwa band dengan musik lintas genre bisa sepanggung, dari old school punk, alternatif, hardcore hingga metal...

sayang sekali tidak bisa nonton acara ini...

all hail to the music!!

Senin, 03 Agustus 2009

Italia tidak (akan) kehilangan pamornya :

Seiring dengan pindahnya Kaka (Milan ke Madrid) dan Zlatan Ibrahimovic (Inter ke Barcelona), dunia sepakbola disinyalir akan makin sepi saja, karena kedua pemain tersebut adalah ikon sepakbola italia yang namanya kadung jatuh karena skandal calciopoli. Hal itu wajar saja karena daya magis italia kalah pamor dengan La Liga Spanyol, apalagi dibandingkan dengan Premiership Inggris. 

Tetapi, jika klub-klub italia mampu berbicara banyak di Liga Champions dan Europa League (dulu bernama UEFA CUP), saya pikir italia tetap akan bisa menjaga namanya di kancah Eropa. Dalam dua tahun terakhir, Liga Champions dikuasai peserta dari liga spanyol dan inggris. Tahun ini harusnya italia bisa menempatkan wakilnya -setidaknya- di semifinal. Dua nama yang saya harapkan ada di sana adalah Juventus dan Internazionale.

Rabu, 22 Juli 2009

Format Wilayah yang paling cocok

Ditengah carut-marutnya Liga Super Indonesia (LSI) sekarang ini yang selalu dibumui aksi kekerasan, kecurangan, jadwal yang tidak teratur, sudah waktunya PSSI dan BLI melakukan revolusi, bukan lagi evolusi. Secara garis besar, ada tiga hal yang mendesak untuk dilakukan, yakni :

1. Re-strukturisasi di tubuh PSSI, baik itu dari segi manajemennya, orang-orangnya, pelatihan untuk wasit, maupun konsep peraturan2 untuk musim depan yang baku. Sebab yang terjadi selama ini PSSI di pimpin oleh napi dan kroni-kroninya yang berbau politis dan cenderung mementingkan kelompok tertentu, bukan atas nama sepakbola nasional. 

2. Format Divisi Utama dan Liga Super sebenarnya sudah bagus, hanya saja untuk tahun depan sebaiknya menggunakan format wilayah, seperti musim 2007/2008 dan sebelumnya, Timur dan Barat. Sebab format satu wilayah seperti sekarang akan menambah biaya perjalanan pada laga kandang. Sebagai contoh, Sriwijaya FC (Palembang) akan jauh terbang jika tandang Ke Persipura Jayapura atau Persiwa Wamena. Dampak lainnya, fisik akan drop karena perjalanan jauh, ditambah lagi jadwal tanding yang seminggu 2 kali. Mungkin perlu diterapkan Liga Regional, misalnya Regional Jawa-Bali, regional Sumatera, Regional Sulawesi+Maluku, dan Regional Papua. Nanti juara dimasing-masing regional (atau plus runner-up nya) akan ditandingkan di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. Aatau tetap menggunakan format dua wilayah juga bagus, asalkan penempatan klubnya merata.

3. Pelarangan penggunaan dana APBD harus dipertegas. Bagaimanapun juga, profesionalisme klub-klub harus dimulai. Selain itu, pembatasan gaji pemain yang selangit juga selakayaknya perlu dicoba, setidaknya untuk menjaga agar klub tetap kompetitif dan menghindari kebangkrutan. Perbaikan insfrastruktur stadion sebenarnya juga mendesak untuk dilakukan, tetapi perbaikan sistem lebih mendesak. 

Lucio ke Inter

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan sudah menyelesaikan pembelian bek Lucio dari Bayern Muenchen. Inter mengikat Lucio dengan kontrak tiga tahun.

"FC Internazionale gembira mengumumkan bahwa Lucimar Ferreira da Silva Lucio telah bergabung dengan klub dalam kesepakatan permanen tiga musim dari klub Jerman Bayern Muenchen," tulis Inter dalam situs resminya.

"Bek asal Brasil, lahir pada 8 Mei 1978 di Brasilia, telah membubuhkan tanda tangan di atas kertas untuk kontrak yang berlaku sampai 30 Juni 2012," lanjut pernyataan tersebut.

Untuk mendapatkan Lucio, Inter mengeluarkan biaya sebesar lima juta poundsterling atau sekitar Rp 82 miliar. Inter menilai pembelian ini lebih baik ketimbang memaksa diri mengejar tanda tangan bek Chelsea, Ricardo Carvalho.

Meski sudah tak lagi muda, Lucio masih memiliki fisik dan keterampilan bagus. Kenyataan itu masih didukung pengalaman dan sejumlah prestasi gemilang.

Lucio ikut andil membawa Brasil menjuarai Piala Dunia (2002) dan Piala Konfederasi (2005 dan 2009). Bersama Bayern, Lucio sukses meraih tiga kali juara Bundesliga (2004/05, 2005/06, 2007/08), tiga Piala Jerman (2004/05, 2005/06, 2007/08), dan dua Piala Liga Jerman (2004 dan 2007). (INT)

Selasa, 21 Juli 2009

Pemimpin yang memahami rakyatnya

Alkisah, Islam pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, pernah terjadi suatu peristiwa yang kemudian merubah pandangan beliau terhadap masyarakatnya. Di suatu malam, seperti biasa, beliau berjalan-jalan ke kota melihat rakyatnya di malam hari dengan kuda dan ajudannya, beliau melihat sebuah kemah di tengah tanah lapang dengan penerangan seadanya. Yang membuatnya kaget adalah tangisan dari anak-anak kecil. Rupanya kemah tersebut dihuni oleh 4 orang, ibu dan ketiga anaknya. Mereka lapar dan menunggu sang memasak makanan. Seketika Khalifah Umar mendekat dan melihat lebih dekat apa yang sedang terjadi. Alangkah terkejutnya ketika didapati bahwa sang ibu ternyata hanya memasak batu.  Ibu tersebut berpura-pura memasak cukup lama agar anak-anaknya tertidur, dengan rasa lapar yang dalam. Kemudian sang ibu bergumam sambil sesenggukan,  'seandainya Amirul Mukminin (Khalifah Umar, maksudnya) mengetahui keadaan kita malam ini, ia pasti tidak akan bermewah-mewah di dalam istananya'. Khalifah Umar menagis mendengarnya, dan kemudian pergi meninggalkan kemah tersebut perlahan-lahan.

Esoknya, beliau menyuruh pegawai istana untuk mengantarkan sekarung gandum, sekantung kurma dan secerek susu. Beliau berpesan agar itu dilakukannya dengan diam-diam. Maksudnya agar pemberian itu tidak membuatnya riya, juga agar tidak membuat rakyat lainnya iri.

-----------------

Seorang pemimpin tidak seharusnya selalu mengumbar perbuatan baiknya kepada rakyatnya, apapun alasannya, karena memang itulah tugas pemimpin, menyejahterakan, memberi perlindungan dan rasa keadilan bagi rakyatnya. Tetapi tidak harus diceritakan dan di ekspos ke media dengan harapan kebaikannya selalu menjadi omongan orang. Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut bahwa menyebut kebaikan itu diperbolehkan dengan tujuan untuk membuat orang lain terpacu dan mengikuti langkahnya berbuat kebaikan, karena saling mengingatkan dalam kebaikan itu adalah tugas sesama muslim.

Nah, di negara kita ini justru pemimpin sering mengklaim kebaikannya dan menafikan peran/jasa orang lain. Elite politik sekarang dihinggapi sindrom one man show.  Penurunan harga BBM diklaim, keamanan di Poso, Ambon dan Aceh di klaim, pemberantasan korupsi di klaim, berkunjung ke pasar wajib diliput, dan lain sebagainya. Saya kemudian ingat dengan sabda baginda Rasulullah, 'bersedekahlah secara diam-diam hingga tangan kirimu tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kananmu..' . Maka, sudah jelas bahwa dibutuhkan pemimpin yang down to earth, membumi, tidak  haus akan publikasi dan tidak gila hormat. Sebab Tuhan Mahatahu atas apa yang diperbuat umatNya...