Selasa, 14 Juli 2009
Tifosi Ultras
Aremania / Arema Malang (Indonesia)
Ultraslan / Galatasaray (Turki)
Irriducibili / FC Internazionale (Italia)
Borrussia Dortmund (Jerman)
Minggu, 12 Juli 2009
Mbah Surip beat them all!
Tak gendong, kemana-mana...enak tho, manteb tho...
Ya, mbah Surip, lewat musik dan pribadinya yang sederhana dan apa adanya, adalah fenomena di negeri ini. Siapa sangka musik ber-genre reggae sederhana dan dandanan yang super unik, mampu menghipnotis industri musik yang tengah diinjak-injak musik dan gaya hidup pop yang absurd?
Formula yang diusung Mbah Surip sebenarnya sederhana saja. Beliau menciptakan musik yang easy listening, easy to share, easy to play ditambah lirik sederhana, sama seperti band-band pop yang baru bermunculan, membuat Mbah Surip dan Tak Gendong nya menciptakan sebuah anomali. Ketika band lain menciptakan pencitraan visual lewat dandanan yang rapi, bersih, putih atau gaul, mbah Surip justru sebaliknya. Ketika band-band berlomba-lomba menciptakan lagu dan lirik bertemakan cinta picisan, Tak Gendong justru tidak menampilkan tema se-'biasa' itu.
Mbah Surip dan Tak Gendong nya juga meraih 'penghargaan' atas jerih payahnya, yakni royalti atas penggunaa ring back tone (RBT) yang mencapai milyaran rupiah. Tentu ini jumlah yang sangat besar untuk seorang Mbah Surip yang menyebut dirinya seniman, bukan artis atau selebritis. Ketika ditanya, kira-kira untuk apa uang royalti sebesar itu, beliau hanya menjawab dengan lugu dan membumi : sebagian disumbangkan untuk anak yatim dan panti asuhan.
Ya, (musik dan kepribadian) Mbah Surip mengalahkan gaya hidup dan musik ngepop, serba hedonitas lewat industri musik yang cenderung hingar-bingar yang dangkal tanpa memaknai seni itu sendiri.
Yeah, Mbah Surip beat them all!
Senin, 06 Juli 2009
Michael Owen ke Man. United
Owen dihadapkan pada pilihan yang luas setelah kontraknya berakhir di Newcastle United per 1 Juli. Meski begitu sejumlah klub berpikir beberapa kali melongok jejak rekam cedera yang akrab menempel di striker berusia 29 tahun tersebut. Salah satu yang ada di benaknya adalah Anfield. News of the World mengklaim bahwa Owen ingin kembali ke klub pertama dalam kariernya itu.
Sebelum bergabung dengan MU, Owen dikabarkan bersedia menerima gaji pokok 25 ribu pound (Rp 417,5 juta) per pekan. Angka yang jauh dari bayaran di Newcastle, tapi tak mengapa demi bermain lagi di Liverpool. Namun hasrat itu ditepis bos The Reds, Rafa Benitez. Meskipun potongan gajinya lumayan besar, Benitez ogah berjudi.
Tidak salah lagi, yang dikhawatirkan Benitez yakni kebugaran dari mantan penyerang Real Madrid tersebut walaupun manajemen klub tidak perlu repot-repot merogoh kantong membayar fee transfer. Benitez juga menentang keinginan dari salah satu co-owner klub George Gillett Jr.
Benitez juga waswas masuknya Owen menyegarkan kebencian publik Anfield. Fans Liverpool kurang berkenan dengan Owen yang pada 2004 hijrah ke Spanyol. Owen dikabarkan sengaja menunda kedatangannya ke Carrington, pusat latihan MU, demi menjaga harapan sdipanggil Liverpool. Tapi pada akhirnya Benitez tidak tertarik. Owen bergabung dengan musuh berat Liverpool dan tercatat sebagai salah satu transfer paling mengejutkan di Inggris dalam beberapa tahun belakangan.
Good luck, Michael!
Real Madrid dan Esensi Sepakbola
Real Madrid telah menghabiskan dana tidak kurang dari 160 juta euro untuk mendatangkan tiga pemain, yakni Kaka (65 juta, dari AC Milan), Cristiano Ronaldo (80 juta, man. United) dan Raul Albiol (15 juta). Minggu ini, dikabarkan Madrid berhasil mendatangkan seorang bintang lagi, yaitu Karim Benzema dari Olympique Lyonnais. Nilainya tidak dibeberkan ke media (undisclosed), tetapi nilai pasar the french wonderkid tidak kurang dari 30 juta euro. Kesan menghambur-hamburkan uang lantas dicap ke tubuh Madrid. Apalagi ditengah krisis global yang mendera sebagaian besar negara Eropa. Lalu dari mana Madrid mendapat uang sebanyak itu? jawabannya adalah dari hutang, lebih tepatnya pinjaman bank. Mungkin ini adalah investasi yang bagus, karena selain David Beckham, Ronaldo dan Kaka adalah instrumen investasi yang paling bagus saat ini. Mereka berdua bisa mendatangkan banyak uang, bisa lewat sponsor, merchandise, hak siar televisi atau pendapatan dari hadiah juara (jika kelak Madrid bisa menjuarai liga lokal atau Eropa).
Madrid adalah salah satu fenomena 'penyakit' yang menggejala di sepakbola belakangan ini, yakni prestasi instan lewat belanja pemain secara gila-gilaan dan cenderung tidak masuk akal. Penyakit lain adalah the blue side of Manchester, Manchester City. Salah satu penyebabnya adalah perubahan kepemilikan oleh orang asing, bisa orang AS, Arab atau Asia. Selain mengurangi nilai kompetisi bagi tim-tim medioker, keberadaan pemain lokal juga menjadi barang langka. Tim-tim berduit jadi lebih rakus dalam membeli pemain bintang, tak perduli apakah pemain tersebut minta digaji 2 miliar per-pekannya.
Dalam pandangan saya, sepakbola eropa sekarang menuju ke arah pragmatisme dimana hasil akhir adalah tujuan utama. Madrid, Manchester City, Chelsea, Man. United, FC Internazionale, Bayer Muenchen dan Barcelona adalah raksasa-raksasa yang lebih suka berbelanja pemain jadi daripada mengorbitkan pemain binaannya sendiri. Untuk alasan ini, saya lebih simpati kepada Arsenal yang berjuang membuat pemain muda berkiprah di kompetisi level atas, meski hasil 'investasi' tersebut belum memberikan hasil maksimal.
Saya pikir, belakangan nilai-nilai sepakbola menjadi luntur dengan makin banyaknya entitas bisnis yang menjajah sepakbola. Tidak ada lagi pemain seperti Santiago Munez yang terbang sejauh ribuan kilometer hanya untuk menjalani trial (uji coba) dengan Newcastle United. Tidak ada lagi kebanggaan ketika tim seperti Madrid menjadi juara. Bukankah tim dipenuhi bintang selalu ada tekanan untuk juara? bahkan, mungkin tidak ada lagi kelak tidak ada lagi perasaan memiliki klub dari seorang pemain, karena yang dipikirkan si pemain hanyalah gaji tinggi, pajak rendah, foya-foya, dugem dan bermain wanita. Duh...
Wanita tua dan kue basah
Suatu malam, saya dan istri jalan-jalan keliling kota. Seperti biasa, kami mencari makan malam, karena hari itu istri kebetulan tidak masak. Istri lagi pengen donat dan brownies, makanan yang masih asing dalam pandangan saya. Kamipun mampir ke toko yang menjual berbagai makanan basah. Semuanya lezat-lezat, warna-warni dan menggoda selera. Ketika istri masih memilih dan memilah, mata saya tertuju kepada seorang nenek yang duduk di depan toko tersebut. Beliau tidak sedang berbelanja kue, tetapi beliau sedang menjajakan kue. Kemudian saya menghampirinya dan mengajaknya ngrobrol ringan. Kebetulan saya ada alasan, yaitu membeli korek. Saya memberi Rp. 1000 untuk sekotak korek api dari kayu, kemudian beliau memberi bonus sebungkus krupuk dan dua buah permen.
Yang membuat saya tersentuh adalah bahwa apa yang dijajakan beliau tidak sebanding dengan apa dijajakan toko kue basah di sampingnya, baik dari segi harga maupun rasa. Sungguh, saya tidak ingin membayangkan berapa penghasilan beliau dalam sehari. Orang-orang yang mampir ke toko, seringkali membeli kue basah dan donat, bukan jajanan ringan beliau. Setiap waktu, beliau hanya termangu memlihat orang lalu-lalang keluar-masuk toko memborong makanan mahal tersebut. Seketika, saya pun teringat nenek saya yang berusia 80 tahun. Senyumnya, keramahannya dan tentu saja kerja kerasnya membuat saya selalu teringat beliau. Ketika saya tanya kenapa di usia lanjut masih berjualan, jawabannya sungguh sederhana dan bersahaja : " saya tidak ingin merepotkan keluarga dan orang lain dengan mengemis"...
Ketika meninggalkan toko tersebut saya mencoba menyelipkan uang Rp. 5000 di balik bakulnya sebagai rasa empati kepada beliau, tetapi kemudian beliau mengetahui sempat menolak. Tetapi saya jelaskan bahwa, jika nenek menolak pemberian saya, itu berarti nenek mencoba menghalangi saya untuk mengingat nenek saya. Beliau tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Uang yang tidak seberapa itu tidak akan membuatnya kaya, tetapi sungguh, kerja keras seseorang patut diharagi, sekecil apapun itu.
Dalam perjalanan pulang, saya menyampaikan cerita itu dan istri pun bisa mengerti. Saya pun kemudian mengadakan perjanjian dengan istri dimana setiap belanja di toko tersebut Rp. 20 ribu atau kelipatannya, maka wajib memberi sedekah Rp. 5 ribu atau kelipatannya. Ini pelajaran kecil, tetapi bermakna dalam karena ini adalah wujud rasa bersyukur kepada Tuhan atas apa yang kita peroleh selama ini, meskipun bersyukur tidak selalu harus bersedekah...








